Yang Belum Usai: Mengapa Manusia Mengalami Luka Batin?

Judul: Yang Belum Usai: Mengapa Manusia Mengalami Luka Batin?
Penulis: Pijar Psikologi
Tahun Terbit: Diterbitkan pada 16 Maret 2020
Genre: Non-fiksi, Self-Help, Psikologi

Sinopsis

Dalam buku ini, kami mengajukan ungkapan “waktu tidak menyembuhkan apapun” sebagai pintu masuk untuk memahami luka batin yang sering kita alami. Selama ini, mungkin kita berpikir bahwa luka emosional akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, buku ini mengajarkan bahwa menyembuhkan luka batin adalah pekerjaan aktif yang memerlukan upaya dan komitmen dari diri kita. Seperti halnya luka fisik, luka batin juga perlu diobati dan dirawat agar tidak semakin parah.

Setiap orang memiliki luka batin yang berbeda, dan buku ini membantu kita untuk mengenali, memahami, dan merawat luka emosional yang telah kita kumpulkan sejak lama. Istilah-istilah psikologis yang ada dalam buku ini dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua orang, sehingga pembaca tidak akan bingung ketika membacanya.

Review

Buku “Yang Belum Usai: Mengapa Manusia Mengalami Luka Batin?” berfokus pada pentingnya mencintai diri sendiri, menghargai diri sendiri, dan merawat diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Membaca buku ini membawa kesadaran bahwa mencari bantuan dari tenaga kesehatan jiwa bukanlah sesuatu yang memalukan atau salah. Sebaliknya, itu adalah tindakan bijaksana seperti mencari bantuan dari dokter ketika tubuh kita terluka.

Penulis secara komprehensif membahas akar penyebab dari luka batin, menunjukkan solusi dan jalan keluar untuk setiap masalah yang dihadapi. Buku ini mempromosikan kesadaran bahwa luka batin bukanlah masalah untuk mencari siapa yang bersalah, tetapi lebih kepada menggali akar masalah dan mencari solusi yang tepat.

Buku ini menyajikan kumpulan artikel ilmiah dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Pembaca akan merasa terlibat dan terinspirasi untuk menjadi lebih baik setelah membacanya. Bagian awal buku menjelaskan dengan jelas apa itu luka emosional, asal usulnya, bentuknya, serta bagaimana orang umumnya merespons luka tersebut.

“Yang Belum Usai: Mengapa Manusia Mengalami Luka Batin?” berhasil mengatasi stigma bahwa mencari bantuan profesional untuk masalah jiwa adalah sesuatu yang memalukan. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental dan merawat luka batin dengan serius.

Penulis berhasil memperkenalkan teori psikologi dengan baik, terutama teori Alfred Adler, tanpa membuat pembaca bingung. Bahkan bagi yang awam dalam psikologi, buku ini mudah dipahami dan menarik perhatian. Penjelasan tentang self-love dan self-compassion memberikan wawasan yang berharga, meskipun ada beberapa kesan janggal dalam penyampaiannya.

Sebagai kesimpulan, “Yang Belum Usai: Mengapa Manusia Mengalami Luka Batin?” menegaskan bahwa luka batin harus diobati segera dan tidak boleh diabaikan. Seperti luka fisik, luka batin juga bisa menjadi “bom waktu” jika tidak ditangani dengan baik. Mencintai diri sendiri adalah langkah awal untuk menyembuhkan luka batin, dan buku ini memberikan panduan dan solusi yang bermanfaat dalam proses penyembuhan tersebut.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published