The Kite Runner

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Judul: The Kite Runner
Penulis: Khaled Hosseini
Tahun Terbit: 29 Mei 2003
Genre: Fiksi, Klasik, Kontemporer

Sinopsis

“The Kite Runner” mengisahkan Afghanistan pada tahun 1970-an dan berkisah tentang Amir, seorang anak berusia dua belas tahun yang bercita-cita untuk memenangkan turnamen adu layang-layang lokal. Hassan, sahabatnya yang setia, berjanji akan membantunya meraih kemenangan.

Review

Kisah ini berpusat pada persahabatan yang tidak biasa antara Baba dan Ali, yang berteman sejak masa kecil meskipun situasi mereka sangat tidak konvensional. Ayah Hassan adalah seorang Hazara (Mongol), dan ibunya meninggalkan mereka untuk bergabung dengan kelompok penari, sebuah minoritas yang sangat dibenci dan dianiaya oleh kelompok Pashtun yang mendominasi negara tersebut. Kisah ini melintasi periode sejarah yang sulit, termasuk pemerintahan Daoud Khan, invasi Soviet, dan perang yang berkepanjangan selama empat puluh tahun.

Melalui karakter utama, Amir, Hosseini berhasil menggambarkan perasaan bersalah dan rasa takut seorang pria yang berusaha melarikan diri dari tanggung jawabnya. Amir mencari penebusan melalui fantasi dan tindakan heroik seperti menerima ayahnya yang telah jatuh, menikahi seorang wanita yang dianggap “tidak cocok”, berusaha menyelamatkan seorang anak dari trauma masa lalu, dan berjuang melawan kejahatan dalam masyarakat yang kompleks dan penuh konflik.

Meskipun begitu, sebagai pembaca, saya merasa bahwa Amir, sebagai protagonis dan narator orang pertama, kurang menarik dan bisa membuat perasaan muak serta benci, hampir membuat saya berhenti membaca buku ini sebelum mencapai 25% bagian awal. Akan tetapi, buku ini berhasil menampilkan gambaran yang hangat tentang budaya campuran Afghanistan dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang negara ini sebelum diselimuti oleh kudeta, invasi Soviet, era Taliban, dan tragedi 11 September yang menyisakan kesan negatif pada pandangan dunia terhadap Afghanistan sebagai negara yang terpuruk.

Saat membaca buku ini, saya merasa bersyukur atas tempat tinggal saya saat ini dan diingatkan tentang seberapa sedikit yang saya tahu tentang kehidupan di luar yang lebih terisolasi dan tertutup. Namun, ada kritik terhadap buku ini yang menyatakan bahwa Afghanistan digambarkan sebagai negara yang terbelakang. Sebaliknya, buku ini berhasil menggambarkan kehidupan sebelum berbagai konflik yang menghancurkan dan menerjemahkan kompleksitas sosial yang dialami Afghanistan sebelum menjadi terkenal sebagai sumber kejahatan.

Sayangnya, buku ini kurang mendalam dalam menggambarkan alasan di balik campur tangan Barat dalam urusan Timur Tengah. Setiap campur tangan tersebut seringkali menciptakan konflik lebih lanjut, karena kekuatan Barat sering kali membantu melatih dan mempersenjatai kelompok-kelompok yang kemudian dianggap sebagai teroris. Memahami latar belakang dan konteks dari konflik ini sangat penting, tetapi buku ini gagal menggali lebih dalam tentang masalah ekonomi yang melatarbelakangi konflik ini dan mengapa hal tersebut terus berlanjut.

Secara keseluruhan, meskipun buku ini menyajikan gambaran budaya Afghanistan yang kaya dan karakter yang menarik perhatian, kurangnya daya tarik karakter Amir sebagai narator orang pertama dan kritik yang dangkal terhadap campur tangan Barat, saya tetap merekomendasikan buku ini agar pembaca dapat mengalami sejarah dan budaya Afghanistan serta melihat perspektif yang berbeda terhadap konflik yang sedang berlangsung. Baca “The Kite Runner” karya Khaled Hosseini dalam format ebook atau PDF secara online dan gratis hanya di FilspektiF.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published