The Book Thief

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Judul: The Book Thief
Penulis: Markus Zusak
Tahun Terbit: Diterbitkan 1 Januari 2017
Genre: Fiksi, Sejarah

Sinopsis

“The Book Thief” mengisahkan kehidupan Liesel, seorang gadis kecil yang tinggal di Jerman Nazi. Saat Liesel mengambil sebuah buku dari kuburan kakaknya yang tersembunyi di tengah salju, hidupnya berubah drastis. Buku itulah yang membuatnya jatuh cinta pada kata-kata dan dunia buku. Dengan bantuan ayah angkatnya yang mahir bermain akordeon, Liesel belajar membaca dan mulai mencuri buku-buku dari berbagai tempat, termasuk dari pembakaran buku Nazi dan perpustakaan istri walikota. Namun, masa-masa itu adalah saat-saat berbahaya.

Situasi semakin rumit ketika keluarga asuh Liesel menyembunyikan seorang Yahudi di ruang bawah tanah mereka. Dalam keadaan yang membakar dengan intensitas, penulis Markus Zusak berhasil menghadirkan kisah abadi yang menggambarkan keberanian dan kasih sayang di tengah-tengah kekejaman perang Nazi Jerman. “The Book Thief” memberikan pengalaman yang menggugah perasaan, membawa kecemasan untuk mengenali potensi kejahatan dalam diri manusia, namun juga memberi visi tentang kemungkinan kebaikan dan keberanian yang masih ada di antara kegelapan.

Review

“The Book Thief” adalah sebuah karya luar biasa yang mengangkat latar belakang Jerman Nazi pada masa Perang Dunia II. Novel ini mampu menghipnotis pembaca dan menyentuh hati. Markus Zusak dengan briliannya menampilkan Liesel Meminger, seorang anak yang mengalami campuran antara kebahagiaan dan kesedihan dalam hidupnya, bermain di jalanan dan mencuri kebahagiaan serta hasrat dalam dunia buku.

Salah satu aspek yang sangat mencolok dari novel ini adalah penggunaan narator yang tidak biasa, yaitu Kematian. Dengan sudut pandang Kematian, cerita ini disampaikan sebagai laporan dan pengamatan atas peristiwa-peristiwa, bukan sebagai sosok yang menyebabkan kematian. Pendekatan ini memberikan sentuhan unik pada cerita dan menarik perhatian pembaca.

Meskipun demikian, ada saat-saat ketika gaya penceritaan ini agak mengganggu dan memengaruhi kualitas keseluruhan novel. Namun, gaya yang lembut dan lambat dalam menyampaikan rangkaian cerita berhasil membangun gambaran yang lebih besar tentang kehidupan Liesel dan sekitarnya. Pembaca diajak untuk menyaksikan tragedi dan kebahagiaan yang berjalan beriringan dalam lingkungan yang penuh ketidakpastian.

“The Book Thief” juga berhasil menghadirkan berbagai karakter yang kuat dan kompleks. Liesel Meminger sebagai tokoh utama adalah seorang anak yang nyata dengan segala kelemahan dan kelebihannya. Begitu juga dengan karakter lain seperti Hans Hubermann yang hangat dan bijaksana, serta Rudy Steiner, sahabat Liesel yang penuh semangat.

Zusak juga sukses menangkap atmosfer yang mencekam di tengah ancaman Nazi Jerman dengan sangat baik. Pembakaran buku yang dilakukan oleh rezim Nazi dan ketakutan akan Gestapo memberikan gambaran yang mendalam tentang ketegangan masa itu. Semua elemen ini berhasil membawa pembaca ke dalam dunia yang berbahaya dan merangsang untuk merenungkan kerapuhan kehidupan di bawah kekuasaan Nazi.

Meski begitu, ada beberapa bagian yang terasa agak membosankan dan kurang menarik minat saya. Saya merasa bahwa cerita ini akan lebih kuat jika dijalin sebagai serangkaian cerita pendek daripada novel panjang. Beberapa narasi sinis dari Kematian dan gambar swastika yang sering muncul juga terasa tidak perlu.

Namun, semua kelemahan tersebut terbayar oleh makna mendalam yang ditawarkan oleh novel ini. “The Book Thief” mengajarkan kita tentang kekuatan kata-kata dan buku, serta mengingatkan akan pentingnya kasih sayang dan keberanian dalam menghadapi masa-masa sulit.

Secara keseluruhan, “The Book Thief” adalah sebuah karya yang patut dibaca. Markus Zusak berhasil menciptakan cerita yang abadi dan menyentuh hati tentang kehidupan di tengah kekejaman perang. Meskipun ada beberapa kelemahan dalam gaya penceritaan, novel ini menawarkan pengalaman emosional yang mendalam dan menggugah pikiran pembaca. “The Book Thief” adalah kisah yang tidak akan mudah dilupakan dan akan selalu menyentuh hati siapa pun yang membacanya.

Saya juga ingin mengingatkan Anda untuk menonton film adaptasi “The Book Thief” jika Anda memiliki kesempatan. Meskipun film mungkin memiliki keterbatasan dalam menangkap semua nuansa buku, itu bisa menjadi pengalaman tambahan yang menarik.

Terakhir, jika Anda ingin membaca buku “The Book Thief” karya Markus Zusak, Anda dapat menemukannya dalam format ebook atau PDF secara online dan gratis di FilspektiF. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk merenungkan pesan berharga yang terkandung dalam karya ini.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published