The Art of Solitude: Apa yang Kita Pikirkan Ketika Kita Sendirian

Judul: The Art of Solitude: Apa yang Kita Pikirkan Ketika Kita Sendirian
Penulis: Desi Anwar
Tahun Terbit: 1 Januari 2021
Genre: Non-fiksi, Self-Help

Sinopsis

Salah satu pelajaran berharga yang dapat kita petik dari pandemi adalah bagaimana menghadapi kesepian. Dalam kesibukan berinteraksi dengan dunia luar, kita seringkali mengabaikan diri kita sendiri. Namun, situasi pandemi mengharuskan kita menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan mengurangi interaksi sosial, sehingga memberi kita kesempatan untuk merenung dan berhubungan kembali dengan diri kita sendiri. Melalui refleksi ini, kita dapat mengajukan pertanyaan mendasar tentang kehidupan dan eksistensi yang seringkali terlupakan.

Buku “The Art of Solitude: Apa yang Kita Pikirkan Ketika Kita Sendirian” ini berisi kumpulan renungan dan pemikiran acak yang diabadikan oleh penulis, Desi Anwar, selama masa pandemi. Dalam karya ini, Desi Anwar mencoba menunjukkan bahwa kesendirian sebenarnya bukanlah siksaan atau penderitaan yang harus kita takuti dan hindari. Justru, ketika dihayati dengan sepenuh hati, kesendirian dapat menjadi sebuah seni yang mencerahkan dan menyembuhkan.

Review

Buku ini menghadirkan bab-bab yang sangat menarik, seperti “Perjalanan Waktu” dan “Makna Kehidupan”. Salah satu kalimat yang mencuri perhatian saya adalah, “Ketika kita menggunakan waktu untuk kegiatan yang menyenangkan, yang membuat kita bahagia dan puas, serta kita mengalami pertumbuhan dan perkembangan pribadi meskipun banyak tantangan yang dihadapi, waktu akan selalu berada di pihak kita. Waktu bukanlah tuan atau penyiksa, melainkan penolong setia bagi pertumbuhan diri dan alat untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan dan bahagia.” Kalimat tersebut membawa kesan mendalam dan mendorong kita untuk merenung tentang pengelolaan waktu dalam kehidupan kita.

Ada kutipan lain yang saya sukai dalam buku ini yang terdapat dalam bab “Individualism”, yaitu, “Ketika kita merasa puas dan bahagia dalam hidup kita, serta bangga dengan pencapaian kita, adalah baik untuk merenungkan seberapa besar peran orang lain dalam kesuksesan kita.” Ulasan ini memberikan ruang bagi pemikiran tentang pentingnya apresiasi terhadap kontribusi orang lain dalam kehidupan kita.

Selama membaca buku ini, saya merenungkan banyak hal dalam kesendirian. Saya merasa terhubung dengan esai-esai yang ada dalam buku ini karena kami memiliki pandangan yang sama tentang banyak aspek kehidupan, mulai dari pandangan hidup hingga kemanusiaan dan alam semesta. Buku ini hampir seperti membaca jurnal penulis yang berisi refleksi sehari-hari, penemuan diri, dan pemahaman tentang dunia di sekitarnya.

Bagian favorit saya ada di bagian-bagian awal buku ini, terutama ketika membahas tentang cara memanfaatkan kesendirian sebagai sarana untuk lebih mengenal diri sendiri dan memperlakukan diri kita dengan penuh kasih, sebagaimana kita memperlakukan teman kita sendiri ketika mereka melakukan kesalahan, yaitu dengan memberikan pengampunan daripada menghakimi.

Keseluruhan, buku ini berhasil mengajak saya dalam perjalanan batin yang mendalam. Saat menghadapi kekacauan di masa pandemi, buku ini mengajarkan cara mengatur pikiran negatif, menciptakan kebahagiaan versi pribadi, dan melihat pandemi sebagai kesempatan untuk merawat diri dengan “me time” yang sebelumnya tidak terlalu dimungkinkan karena kesibukan kita. Buku ini juga menawarkan wawasan menarik tentang teknologi di masa depan dan merangsang pemikiran tentang peran manusia dalam dunia yang semakin maju.

Saya menghargai fakta bahwa buku ini tidak hanya meromantisasi karakter introvert, tetapi juga tidak menjelek-jelekkan mereka dengan sebutan negatif. Buku ini memberikan perspektif yang seimbang tentang makna kesendirian dan bagaimana kita dapat menghadapinya dengan bijaksana.

Secara keseluruhan, “The Art of Solitude: Apa yang Kita Pikirkan Ketika Kita Sendirian” adalah karya inspiratif yang menyentuh hati dan mengajak pembaca untuk menemukan arti sejati dalam kesendirian. Desi Anwar berhasil menggali hikmah dari masa-masa sulit pandemi dan menghadirkannya dalam bentuk yang mencerahkan. Saya merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang ingin merenung, menggali makna hidup, dan menemukan kedamaian dalam kesendirian.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published