Muslimah yang Diperdebatkan

Judul: Muslimah yang Diperdebatkan
Penulis: Kalis Mardiasih
Tahun Terbit: 1 Juli 2019
Genre: Feminisme, Non-fiksi

Sinopsis

Dalam karya yang ditulis oleh Kalis Mardiasih, seorang esais muda yang telah secara konsisten menyuarakan isu-isu perempuan melalui berbagai media online, muncul semangat yang menginspirasi dan membuka diskusi dalam berbagai kalangan mengenai kewibawaan perempuan dalam berbicara. Karya ini, yang hadir pada tanggal 1 Juli 2019, menggambarkan pemikiran, renungan, dan perenungan hati seorang wanita modern.

Review

Kalis, dalam bukunya ini, memberikan fokus kepada isu-isu krusial seperti tubuh, kemanusiaan, religiusitas, dan berbagai pengalaman perempuan yang beragam. Buku ini memancarkan semangat untuk merangkul kesetaraan dan keadilan, yang di dalamnya mencerminkan peran perempuan dalam kerangka agama dan masyarakat.

Pengalaman pribadi penulis meresap dalam narasi ini, menciptakan koneksi emosional dengan para pembaca. Dalam hal ini, buku ini mengingatkan pada momen ketika seorang senior di perguruan tinggi mengomentari penulis dan rekan-rekannya dari organisasi semi-spiritual dengan pandangan yang mengejutkan. Sang senior menggambarkan mereka sebagai “kapitalis” hanya karena berkaraoke. Peristiwa ini menyiratkan pemahaman yang keliru tentang pandangan dan motivasi para mahasiswa, yang hanya ingin melepaskan tekanan dan bukan bermaksud menunjukkan kesalahan moral.

Namun, Kalis Mardiasih dengan jelas menjelaskan bahwa penafsiran agama seharusnya tidak bersifat dogmatis dan sempit. Ia menyoroti bagaimana Nabi Muhammad SAW, sebagai pemimpin komunitas Muslim, telah menjunjung tinggi peran perempuan dan keadilan dalam berbagai aspek. Seiring waktu, pesan ini mungkin terdistorsi oleh interpretasi sempit yang merugikan perempuan, seperti fenomena “hijrah” yang lebih berfokus pada simbolisme daripada substansi agama.

Buku ini membawa pembaca melintasi berbagai isu, termasuk penekanan pada “kesalehan visual” daripada pemahaman mendalam mengenai ajaran agama. Ini mencerminkan pandangan yang terlalu berfokus pada tampilan fisik daripada substansi moral, yang secara jelas tidak sesuai dengan esensi ajaran agama.

Ketika Kalis membahas topik perempuan beragama, ia menyoroti tren kontes muslimah, popularitas “hijrah,” dan pandangan masyarakat terhadap wanita berjilbab. Dalam konteks ini, ia menggunakan contoh-contoh dari dunia seni untuk mendukung argumennya. Pada saat yang sama, ia mengingatkan pembaca bahwa nilai-nilai Islam seharusnya tetap relevan dalam konteks zaman modern.

Dalam esainya, Kalis dengan tajam mempertanyakan pandangan yang merendahkan perempuan dalam kaitannya dengan agama. Ia menyoroti pandangan bahwa wanita yang bekerja tidak mencintai keluarga mereka atau bahwa wanita yang suka selfie dianggap tercela. Kritik ini mencerminkan konstruksi sosial yang mendistorsi pandangan terhadap perempuan dan agama.

Kalis Mardiasih juga mengajak pembaca untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam realitas budaya dan sosial mereka. Ia menunjukkan bahwa esensi agama seharusnya tidak terkekang dalam norma kuno yang merugikan, tetapi seharusnya memberikan pedoman yang relevan bagi kehidupan masa kini.

Dengan gaya bahasa yang luwes dan kadang-kadang humoris, buku ini merangkul pembaca dari latar belakang yang beragam. Namun, terdapat beberapa frasa dan terminologi teknis yang mungkin sulit dimengerti oleh pembaca awam. Kalau perlu, dapat merujuk pada sumber referensi untuk memahami istilah-istilah tersebut.

Secara keseluruhan, karya ini menghadirkan suara yang kuat untuk perempuan Muslim dalam menghadapi tantangan budaya dan agama. Melalui penelitian yang mendalam dan narasi yang kuat, Kalis Mardiasih menginspirasi pembaca untuk merenung tentang posisi mereka dalam masyarakat dan mendorong perubahan positif menuju kesetaraan yang lebih besar.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published