Mengapa Negara Gagal: Awal Mula Kekuasaan, Kemakmuran, dan Kemiskinan

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Judul: Mengapa Negara Gagal: Awal Mula Kekuasaan, Kemakmuran, dan Kemiskinan
Penulis: Daron Acemoğlu, James A. Robinson
Tahun Terbit: 1 Maret 2012
Genre: Ekonomi, Non-fiksi, Politik

Sinopsis

Dalam era globalisasi saat ini, pertanyaan yang muncul adalah mengapa terdapat perbedaan drastis antara negara kaya dan negara miskin? Mengapa kesenjangan pendapatan dan sosial begitu mencolok? Mengapa istilah “Negara Gagal” masih menghantui beberapa negara miskin?

Review

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, masih saja terdapat ketimpangan yang signifikan antara negara-negara kaya dan miskin. Pertanyaan mendasar pun muncul: Mengapa kesenjangan sosial dan ekonomi ini begitu menganga? Mengapa istilah “Negara Gagal” masih melekat pada beberapa negara yang menderita?

Buku “Mengapa Negara Gagal” oleh Daron Acemoğlu dan James A. Robinson menyajikan gambaran mendalam mengenai akar permasalahan ini. Acemoğlu dan Robinson memaparkan pandangannya tentang hubungan antara institusi politik, kekayaan ekonomi, dan kesejahteraan sosial. Sebagai pembaca, kita diajak untuk merenung mengapa beberapa negara dapat mencapai kejayaan ekonomi dan sosial, sementara yang lain terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan kegagalan pemerintahan.

Melalui buku ini, Acemoğlu dan Robinson menyoroti betapa pentingnya prinsip inklusivitas dalam mengembangkan masyarakat yang berkelanjutan. Ia menunjukkan bahwa ketika institusi politik dirancang untuk memberdayakan semua warga negara, bukan hanya kelompok elit, negara memiliki peluang yang lebih besar untuk meraih kemakmuran jangka panjang. Bukannya hanya menyalahkan faktor geografis atau budaya, Acemoğlu menggali akar penyebab dari ketidaksetaraan yang teramat mencolok.

Pada bab awal, buku ini menantang argumen yang dibawakan dalam karya “Guns, Germs, and Steel” tentang bagaimana faktor geografis dan budaya memainkan peran dalam perkembangan negara. Meski demikian, penulis tetap merasa belum sepenuhnya yakin dengan sanggahan tersebut.

“Mengapa Negara Gagal” membawa pembaca dalam perjalanan menggugah tentang peristiwa sejarah, eksploitasi kolonial, dan penyalahgunaan kekuasaan oleh kelompok elit. Setelah membaca buku ini, penulis merasa terkejut oleh kenyataan yang terungkap: bagaimana negara-negara berusaha mempertahankan dominasi dan bagaimana kolonialisme telah merenggut sumber daya Afrika, mewujudkan kekayaan hanya bagi segelintir keluarga kaya dan elit.

Buku ini secara efektif menyuarakan upaya untuk mengintegrasikan “Mengapa Negara Gagal” ke dalam diskursus geopolitik yang lebih luas. Ini menjadi bagian integral dari literatur mahasiswa hubungan internasional, selain istilah seperti “realisme,” “konstruktivisme,” dan “institusionalisme neoliberal.”

Meskipun penulis terdorong oleh penampilan fisik buku pada awalnya, yang berbeda dari kebanyakan buku ilmu politik dengan skema warna yang lebih klasik, ia menemukan jawaban atas banyak pertanyaan melalui contoh yang diberikan di dalamnya. Dalam kasus Iran, contohnya, bagaimana revolusi awalnya bernama industri dan ekonomi, tetapi kenyataannya menghancurkan industri dan menghasilkan oligarki pemerintahan yang merugikan.

Saya harus mengakui bahwa buku ini memberikan wawasan yang mengejutkan tentang realitas kehidupan di dunia. Itu mengungkap bagaimana negara-negara menggunakan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan, termasuk menguras sumber daya negara lain dan mengendalikan rakyatnya. Fokus buku pada peran institusi politik dan ekonomi dalam pembangunan memberikan sudut pandang yang lebih utuh dan kompleks tentang dinamika kekuasaan dan kekayaan di seluruh dunia.

Kesimpulannya, “Mengapa Negara Gagal” menghadirkan tantangan nyata untuk memahami dan mengatasi akar ketidaksetaraan global. Dengan menganalisis hubungan antara politik, ekonomi, dan kesejahteraan sosial, buku ini memberikan perspektif yang memperluas pemahaman kita tentang mengapa beberapa negara berhasil sementara yang lain terjebak dalam kemiskinan dan kegagalan. Ini adalah bacaan yang memprovokasi pemikiran dan memberikan wawasan yang kuat tentang realitas kompleks dunia kita. Jika Anda ingin membaca buku ini dalam format ebook, pdf, serta mengeksplor resensi, silahkan kunjungi FilspektiF.

Comments are closed.