Ketika Aku Tak Tahu Apa Yang Aku Inginkan

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Judul: Ketika Aku Tak Tahu Apa Yang Aku Inginkan
Penulis: Jeon Seunghwan
Tahun Terbit: Diterbitkan 1 Januari 2021
Genre: Self-Help, Non-fiksi

Sinopsis

Mengikuti kisah-kisah kehidupan yang membimbingku kembali pada diriku yang hilang.

Review

Buku ini mempersembahkan esai gaya Korea yang penuh pelukan emosional. Bagaimana seharusnya saya merekomendasikan buku ini kepada orang lain? Bayangkan saja sedang duduk sendirian di sudut sebuah kafe, dan di situlah Anda berada. Bagi mereka yang merasakan kesepian atau merenungkan pertanyaan tentang hidup saat ini, saya dengan tulus merekomendasikan buku ini sebagai teman setia Anda dalam pencarian jawaban. Buku ini akan mengingatkan bahwa Anda tidak berjalan sendiri dalam perjalanan ini. Jika teman bicara tak tersedia, maka buku akan menjadi sahabat yang penuh makna.

Tiba-tiba, suatu kalimat melintas, meresap begitu dalam, membicarakan waktu, kematian, kesedihan, dan berbagai emosi lainnya. Tanpa disadari, Anda menemukan bahwa kalimat ini begitu relevan, dan Anda mulai mendengarkan dengan penuh perhatian. Mungkin Anda bahkan meminta waktu sejenak untuk merenungkan arah hidup Anda sendiri. Sejauh yang saya ingat, belum pernah ada yang mengajak saya dalam percakapan mendalam sembari menyeruput teh. Buku ini menampilkan kalimat-kalimat motivasi serta kutipan-kutipan dari karya-karya yang pernah penulis telusuri, semuanya dilengkapi dengan penjelasan sang penulis.

Saya begitu terpukul oleh isi buku ini ketika merasa rendah diri, seakan-akan ada seseorang yang sepenuhnya memahami perasaan saya. Buku ini menghidupkan kembali berbagai pelajaran berharga yang kerap terlupakan. Kumpulan tulisan reflektif penulis tentang kehidupan mengisi halaman-halaman buku ini, terbagi dalam empat bagian besar: memahami emosi kita, merangkul perjalanan waktu, menjelajahi relasi kita, serta menafsirkan dunia yang mengelilingi kita. Setiap kalimat yang dihadirkan oleh penulis, baik yang berasal dari pikirannya sendiri atau kutipan dari sastrawan lain, mampu memberikan ketenangan dan membangkitkan semangat hidup.

Saat kita menyadari perlunya kesabaran dan jarak yang tepat dalam setiap hubungan, ketika kita tahu kapan harus menjauh sejenak dan kemudian kembali dengan hati yang terbuka, kita menemukan kedamaian dan pembebasan dalam persahabatan itu sendiri. Karya ini bagaikan harta karun yang ditemukan, mengajak kita merambah pulau-pulau perasaan tersembunyi di dalam diri kita hingga akhirnya menemukan harta yang tak ternilai. Penulis tidak hanya memberikan panduan dan semangat melalui kata-kata, tetapi juga menawarkan saran berharga tentang bagaimana bersikap terhadap diri sendiri dan orang lain.

Selain rangkaian kalimat penyemangat yang hangat, penulis juga memberikan nasihat tentang tindakan yang seharusnya kita lakukan dan cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita, termasuk diri sendiri. Buku ini adalah sahabat yang siap menemani Anda ketika kata-kata penyemangat diperlukan, tak perlu membacanya sekaligus hingga akhir. Karya ini membuka pintu pemahaman tentang arti kebahagiaan, bagaimana menemukan tujuan hidup, menjalin relasi yang bermakna, serta mengubah pandangan kita terhadap banyak aspek hidup.

Buku ini memicu pertanyaan-pertanyaan dalam diri saya mengenai arti sejati kebahagiaan, bagaimana menemukan apa yang benar-benar saya inginkan, dan bagaimana menjalin hubungan yang autentik dengan orang-orang di sekitar saya, sekaligus memperbaiki cara saya memandang dunia. Saat membaca, seperti sedang terlibat dalam percakapan hangat dengan seorang sahabat, menghangatkan hati yang pernah sepi, serta mengembalikan semangat yang sempat redup. Buku ini membawa saya menemukan diri sendiri yang sebelumnya tersesat. Walaupun buku ini lebih ditujukan bagi mereka yang tertarik pada sastra klasik, bukan semata-mata berbicara tentang kehidupan.

Secara keseluruhan, buku ini menawarkan percakapan yang lancar dan tulus tentang berbagai aspek kehidupan. Ia menjadi pendamping ketika suasana hati suram, kesepian menyergap, dan arah hidup kabur. Melalui kata-kata indahnya, penulis mampu mengajak kita merenung, menginspirasi, dan membantu kita menemukan kembali makna dalam perjalanan hidup yang penuh warna. Anda dapat membaca buku “Ketika Aku Tak Tahu Apa Yang Aku Inginkan” karya Jeon Seunghwan dalam format ebook, pdf, gratis beserta resensinya hanya di FilspektiF.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published