Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Judul: Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa
Penulis: Alvi Syahrin
Tahun Terbit: 30 November 2019
Genre: Non-fiksi, Self-Help

Sinopsis

Buku “Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa” karya Alvi Syahrin menggambarkan perasaan yang seringkali menghantui kita saat melihat teman-teman telah mencapai mimpi mereka sementara impian kita tampak jauh dari kenyataan. Dalam hati, kita bertanya-tanya, “Kapan impian saya akan menjadi kenyataan?” Buku ini menuntun kita dalam perjalanan untuk mencapai tujuan, mengingatkan kita tentang usaha yang pernah kita lakukan dan pertanyaan yang menghantui pikiran kita: apakah semua usaha itu sia-sia?

Buku ini berbicara pada mereka yang berada di usia seperempat abad, yang merasa kalah dengan kesuksesan teman-teman, yang merasa terjebak dalam quarter-life crisis, yang ingin mengejar passion tetapi merasa terhalang, yang ingin keluar dari zona nyaman namun diliputi rasa takut, dan yang ingin meraih kesuksesan tetapi merasa terdesak oleh waktu. Alvi Syahrin mencoba memberikan dukungan bagi pembaca yang merasa cemas akan masa depan mereka, menenangkan mereka bahwa tidak ada alasan untuk khawatir, karena sesuatu yang fana tidak seharusnya mengecewakan.

Review

Buku ini menawarkan wacana yang berdasarkan kisah orang-orang sukses, pengalaman penulis sendiri, serta ayat-ayat Alquran dan hadits. Namun, sebagian pembaca merasa bahwa wacana ini terasa agak basi dan sudah terlalu sering didengar. Meskipun demikian, buku ini memberikan cerita-cerita yang cukup menarik, terutama bagi pekerja usia seperempat abad yang merasa minder dengan kesuksesan teman-teman, lelah karena quarter-life crisis, dan ingin mengejar passion namun terhalang oleh berbagai hal.

Pengalaman pembaca dalam menyimak isi buku ini cukup beragam. Beberapa merasa sangat terhubung dengan cerita-cerita yang ada dan mendapati banyak momen emosional saat membacanya. Pengalaman tersebut terasa sangat pribadi, sehingga beberapa pembaca merasa tertantang untuk berintrospeksi tentang takdir yang telah ditetapkan dan bagaimana mensyukuri segala hal yang telah terjadi.

Namun, ada juga pembaca yang merasa bahwa beberapa cerita dalam buku ini kurang relevan dengan pengalaman mereka, terutama bagi yang sudah melewati fase-fase seperti masa sekolah, kuliah, dan mencari pekerjaan. Perasaan tersebut wajar, karena setiap individu memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda.

Sebagian pembaca merasa bahwa buku ini menyoroti isu pendidikan di Indonesia, namun inti masalah yang disampaikan juga dapat diterapkan di berbagai negara. Isu tentang belajar banyak mata pelajaran di sekolah, ragu-ragu dalam memilih jurusan, dan rasa kalah dalam kompetisi akademis, dirasakan secara universal oleh banyak siswa.

Terkait dengan presentasi buku ini, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Penggunaan kontras dan kombinasi warna tertentu untuk kalimat-kalimat tertentu membuat pembaca kesulitan dalam membaca teks tersebut. Penerbit sebaiknya memperhatikan kenyamanan pembaca dalam hal ini.

Kesimpulannya, “Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa” adalah buku yang berbicara tentang perasaan dan kekhawatiran yang sering kali muncul dalam diri kita ketika melihat keberhasilan orang lain. Meskipun beberapa bagian buku terasa kurang relevan bagi beberapa pembaca, keseluruhan pesan dan cerita dalam buku ini dapat memberikan dukungan dan pencerahan bagi mereka yang sedang berjuang menemukan makna dan tujuan dalam hidup mereka. Buku ini mengingatkan kita bahwa takdir telah digariskan untuk kita, dan yang terbaik adalah berusaha dan berserah diri kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa segala sesuatu memiliki hikmahnya masing-masing. Anda dapat membaca buku “Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa” karya Alvi Syahrin dalam format eBook, pdf, secara gratis beserta reviewnya hanya di FilspektiF.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published