Garis Waktu

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Judul: Garis Waktu
Penulis: Fiersa Besari
Tahun Terbit: 1 September 2016
Genre: Percintaan, Fiksi

Sinopsis

Dalam garis waktu yang terus berjalan, akan tiba saatnya kamu bertemu dengan seseorang yang mengubah hidupmu selamanya. Kemudian, orang itu akan menjadi bagian terbesar dari agenda Anda. Dan hatimu tak akan memberimu pilihan selain jatuh cinta, padahal logika terus mengatakan bahwa resiko jatuh cinta adalah jatuh ke dasar kesedihan. Pada garis waktu yang merayap ke depan, akan ada saatnya Anda terluka dan kehilangan kendali. Hal yang paling menggoda setelahnya adalah berbaring, menikmati kesakitan dan membiarkan garis waktu menyeretmu yang tak punya niat untuk menjalani hidup. Jadi, berapa lama ini akan bertahan? Hidup tidak akan menunggu. Pada timeline yang merayap ke depan, akan ada saatnya Anda ingin melompat kembali ke titik memori tertentu. Tapi percuma, garis waktu tidak akan memperlambat segalanya sedetik pun. Jadi, biarkan saja. Karena nyatanya, yang lebih menyakitkan daripada melepaskan sesuatu adalah menahan sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.

Review

“Kalau kita jodoh, walaupun hari ini dan di tempat ini kita tidak bertemu, pasti kita akan tetap bertemu di lain waktu”. Buku ini pertama kali saya kenal melalui Twitter, dan saya masih menyukai tweet-tweet Mas Fiersa. Namun, buku ini jauh dari apa yang saya bayangkan sebelumnya.

Akhirnya, saya berhasil menyelesaikannya. Proses membacanya tidak selalu menyenangkan, tetapi saya selalu berpegang pada prinsip “selesaikan apa yang sudah dimulai” dan “jangan pernah menilai sebuah buku hanya dari sampulnya”. Buku ini terasa terlalu umum bagi saya. Namun, saya ingin mengucapkan selamat atas perjalanan ini, perjalanan untuk menghapus luka.

Buku “Garis Waktu” terasa seperti dokumentasi, sebuah catatan ungkapan ekspresi nostalgia dan perasaan sedih yang gagal berlabuh. Meskipun pandangan hidup penulis berbeda dari orang lain, cara dia menggambarkan cinta, sahabat, orang tua, dan mimpi terasa sangat wajar. Kata-katanya yang puitis mencoba menyampaikan pesan-pesan yang bisa menginspirasi.

Buku ini memang terasa melelahkan dalam beberapa aspek, terutama dalam penggunaan kalimat yang seringkali terkesan “menjengkelkan”. Banyak kata yang tampak terbuang dan kalimat-kalimat yang sulit dimengerti. Bagi saya, ini adalah salah satu buku yang paling melelahkan untuk dibaca.

Meskipun begitu, “Garis Waktu” memiliki penggunaan bahasa yang santai namun indah, dengan kalimat-kalimat puitis dan kata-kata motivasi yang terletak di akhir setiap sub cerita. Ilustrasi hitam-putih yang disertakan juga memberikan sentuhan yang menarik.

Saya tertarik dengan penggalan-penggalan tulisan puitisnya seperti, “Dalam timeline yang merayap ke depan, akan ada saatnya ingin melompat kembali ke titik kenangan tertentu.” Ini adalah salah satu aspek yang membuat saya memutuskan untuk membeli buku ini.

Buku ini juga berbicara tentang impian, cinta orang tua, dan berbagai aspek kehidupan. Sementara buku ini mungkin tidak disukai oleh semua orang, penggunaan kata-katanya yang bijak bisa memberikan wawasan dan inspirasi.

Buku ini menunjukkan bahwa hidup adalah tentang perjalanan, perjalanan menghapus luka dan menemukan pegangan yang tepat. Bagian akhir yang memotivasi tentang menjadi diri sendiri dan menghargai keunikan kita juga merupakan pesan penting dalam buku ini.

Meskipun “Garis Waktu” bisa menjadi melelahkan dalam beberapa hal, buku ini memiliki nilai positif dalam pesan-pesannya dan penggunaan kata-katanya yang puitis. Bagi yang ingin menjelajahi pandangan penulis tentang cinta, sahabat, mimpi, dan banyak aspek kehidupan lainnya, buku ini adalah bacaan yang tepat. Untuk membaca lebih lanjut mengenai karya ini, Anda dapat mengakses “Garis Waktu” karya Fiersa Besari dalam format ebook atau PDF secara online dan gratis hanya di FilspektiF.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published