Dear Nathan

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Judul: Dear Nathan
Penulis: Erisca Febriani
Tahun Terbit: 1 Maret 2016
Genre: Percintaan, Novel, Fiksi

Sinopsis

“Dear Nathan” adalah kisah tentang Salma Alvira, seorang siswi yang baru saja pindah ke sekolah baru. Saat ia terlambat menghadiri upacara pertama di sekolah tersebut, takdir membawanya untuk bertemu dengan Nathan, seorang anak laki-laki nakal yang sering menjadi bahan gosip di sekolah. Meskipun awalnya Salma merasa ragu untuk mendekatinya, berbagai peristiwa tak terduga membawa mereka semakin dekat satu sama lain.

Review

Novel “Dear Nathan” berhasil menarik perhatian saya. Sebagai pembaca yang telah menghabiskan lima tahun membaca novel di Wattpad, saya sering menemui cerita-cerita yang memiliki pola yang serupa. Namun, “Dear Nathan” memberikan nuansa yang cukup berbeda. Saya harus mengakui bahwa pada awalnya, ketika saya membaca beberapa bab pertama, saya merasa bosan dan hampir ingin berhenti.

Namun, atas rekomendasi seorang teman, saya memberi buku ini kesempatan kedua, dan akhirnya, saya menemukan bahwa cerita ini memiliki daya tarik tersendiri. Meskipun saya akui, bukan genre teenlit yang biasanya saya pilih. Terlepas dari preferensi saya, novel ini berhasil menarik perhatian banyak pembaca, bahkan menjadi bestseller.

Penulis, Erisca Febriani, merupakan seorang penulis muda yang berhasil menciptakan sebuah buku debut yang mengesankan dengan 500 halaman. Itu saja sudah menjadi prestasi yang patut diapresiasi. Namun, sebagai pembaca yang lebih tua, saya berharap penulis bisa lebih mengeksplorasi ide-ide yang lebih unik dan orisinal, daripada hanya menghadirkan pengalaman yang umum di kalangan remaja.

Salah satu aspek yang menarik dalam cerita ini adalah hubungan antara Nathan dan Salma. Keduanya adalah anak-anak nakal yang sering membuat masalah di sekolah, dan keduanya kurang populer di mata guru. Pertemuan mereka dimulai dengan keterlambatan, dan mereka memiliki beberapa kesamaan dalam latar belakang keluarga mereka, termasuk memiliki saudara kembar dan masalah keluarga yang rumit. Ini adalah elemen-elemen yang mungkin bisa menjadi klise, terutama bagi pembaca yang telah terbiasa dengan cerita-cerita serupa.

Meskipun demikian, dalam hal emosi, cerita ini memiliki momen-momen yang cukup menyentuh. Misalnya, ketika Nathan dengan setia menunggu Salma saat ia berlatih marching band, atau saat Salma memberikan perhatian kecil seperti botol air mineral dingin kepada Nathan yang lelah setelah seharian di bawah terik matahari.

Secara keseluruhan, “Dear Nathan” adalah sebuah novel yang dapat dinikmati oleh pembaca yang menyukai cerita percintaan dengan nuansa drama remaja. Meskipun memiliki beberapa elemen yang dapat ditingkatkan, novel ini berhasil menarik perhatian banyak pembaca, terutama kalangan remaja. Ini adalah langkah awal yang baik bagi penulis muda, dan saya berharap dia terus berkembang dan menghadirkan cerita-cerita yang semakin menarik di masa depan. Jika Anda tertarik untuk membaca “Dear Nathan” karya Erisca Febriani dalam format ebook atau PDF secara online dan gratis, Anda bisa temukan di FilspektiF.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published