Critical Eleven

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Judul: Critical Eleven
Penulis: Ika Natassa
Tahun Terbit: 10 Agustus 2015
Genre: Percintaan, Fiksi

Sinopsis

Critical Eleven adalah istilah dalam dunia penerbangan yang merujuk pada sebelas menit paling kritis di dalam pesawat, yaitu tiga menit setelah lepas landas dan delapan menit sebelum mendarat. Statistik menunjukkan bahwa delapan puluh persen kecelakaan pesawat terjadi dalam sebelas menit tersebut.

Kisah dimulai ketika Ale dan Anya bertemu untuk pertama kalinya di penerbangan Jakarta-Sydney. Lima tahun setelah perkenalan itu, keduanya dihadapkan pada sebuah tragedi besar yang mengguncang kehidupan mereka, mendorong mereka untuk mempertanyakan pilihan-pilihan yang telah mereka buat, termasuk keputusan yang diambil dalam sebelas menit terpenting pertemuan pertama mereka.

Dalam novel ini, cerita disampaikan bergantian melalui sudut pandang Ale dan Anya. Setiap chapter menjadi kepingan puzzle yang membawa kita untuk jatuh cinta atau membenci karakternya, kadang keduanya sekaligus.

Review

Selamat ya kak Ika atas karya ini! Saya menantikan karya-karya selanjutnya. Saya akui, ada momen-momen saat membaca baris-barisnya membuat saya memutar mata atau merasa ngeri menghadapi gambaran perasaan tokoh utama wanita. Saya hampir ingin melempar buku ini ke luar jendela. Maaf, tapi menurut saya, Tanya Laetitia Baskoro Risjad hanyalah sosok ratu drama yang sok tahu dan egois. Dia menyesali apa yang dia katakan.

Saat membaca cerita ini, saya sebagai pembaca yang beberapa tahun lebih muda dari Ika, merasa lucu karena cerita ini terasa agak tidak realistis. Namun, saya memahami bahwa bagi pembaca yang lebih muda, ini mungkin lebih menarik. Namun, perlu diingat bahwa kehidupan berumah tangga sebenarnya tidak selalu seindah yang digambarkan dalam novel ini.

Salah satu hal yang agak membuat saya “frustrasi” adalah pengulangan kisah masa lalu Ale dan Anya setiap kali ganti sudut pandang atau bab baru. Cerita tentang pertemuan pertama mereka, lamaran, pernikahan, dan perjalanan mewah mereka terasa berlebihan, setidaknya bagi saya yang berasal dari kelas menengah. Meskipun saya mengerti bahwa Ika Natassa ingin menyampaikan makna perjalanan versi tokoh-tokohnya, hal ini kadang-kadang terasa terlalu berlebihan dalam konteks cerita romansa Ale dan Anya.

Saya cenderung tidak menyukai buku yang mencoba mendramatisasi tragedi untuk menciptakan efek emosional. Namun, dalam tangan Ika Natassa, cerita yang sebenarnya biasa ini menjadi luar biasa. Meskipun saya merasa bahwa akhir ceritanya agak terlalu cepat, mengingat perjalanan emosional pasangan ini yang telah saya ikuti selama berbulan-bulan, saya juga merasa senang dan puas dengan cara semuanya berakhir sesuai harapan saya.

Satu karakter yang menurut saya layak mendapatkan kritik adalah Aldebara dan Risjad, yang berperan sebagai ayah yang berhati dingin dan acuh tak acuh saat kehilangan Aidan Atthailah Risjad. Saat itu, saya merasa karakter ini masuk dalam kategori “karakter fiksi paling menyebalkan yang pernah ditulis dalam novel Indonesia”, sejajar dengan Kugy dari “Perahu Kertas” yang tidak tahu berterima kasih.

Yang menarik adalah bagaimana Ika Natassa mengambil banyak elemen biasa dari sekitar kita dan mengubahnya menjadi bagian menarik dalam cerita ini. Meskipun beberapa waktu yang lalu, Ilana Tan merajai dunia perbukuan Indonesia dengan “In a Blue Moon”, Critical Eleven berhasil menarik perhatian pembaca dengan daya tariknya sendiri.

Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa kekurangan dan kejanggalan, saya sangat menghargai kisah yang diceritakan oleh Ika Natassa dalam Critical Eleven. Novel ini memberikan pengalaman emosional yang mendalam bagi pembaca, dan saya dengan senang hati merekomendasikannya, terutama untuk pembaca muda yang menyukai cerita percintaan yang intens. Semoga Ika Natassa terus menghasilkan karya-karya menarik lainnya di masa mendatang. Anda dapat membaca buku “Critical Eleven” karya Ika Natassa dalam format ebook atau PDF, serta menemukan review lengkapnya secara online dan gratis hanya di FilspektiF.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published