Cantik Itu Luka

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Judul: Cantik Itu Luka
Penulis: Eka Kurniawan
Tahun Terbit: 12 Desember 2002
Genre: Fiksi, Sejarah fiksi, Realisme Magis

Sinopsis

“Cantik Itu Luka” adalah sebuah novel yang menggambarkan keindahan dan keanggunan sekaligus luka dan penderitaan. Cerita ini mengisahkan perjalanan seorang wanita yang hidupnya dipenuhi dengan kisah tragis dan penuh makna. Ia memiliki tiga anak perempuan yang semuanya cantik, namun ketika mengandung anak keempatnya, ia berharap anak itu akan jelek. Novel ini menghadirkan dunia di mana segala sesuatu memiliki makna dan pesan tersendiri.

Review

“Cantik Itu Luka” merupakan sebuah karya sastra yang luar biasa, mengesankan, berpengaruh, dan menginspirasi. Setiap halaman dari novel ini menyatu dalam harmoni yang membentuk ikatan emosional dengan pembacanya. Novel ini mengajak pembaca untuk tenggelam dalam cerita dan membiarkan alurnya mengalir begitu saja, tanpa harapan-harapan khusus, sehingga pembaca merasa seperti tengah berbicara dengan sang penulis yang menceritakan kisahnya dengan begitu hidup dan memukau.

Eka Kurniawan, seorang penulis muda dari Sunda, telah menghadirkan dua novel mencengangkan dalam beberapa tahun terakhir. Plot dan karakter dalam novel-novelnya mungkin terkesan seperti mimpi buruk, namun keindahan bahasa dan imajinasi yang begitu memikat memberikan kegembiraan yang luar biasa, seakan menyaksikan tetesan salju pertama dalam musim dingin.

“Cantik Itu Luka” bukan sekadar cerita biasa, namun sebuah kisah sejarah yang tersembunyi dengan katalog berurusan dengan orang-orang, dosis sejarah intens tentang Indonesia dan wilayah Asia Tenggara, serta dampak kolonialisme dan perang yang melawan itu. Semua ini disampaikan melalui kisah-kisah kepribadian yang menarik dan kaya, yang diciptakan oleh penulis dengan penuh semangat dan digambarkan secara memukau di atas kertas-kertas novel ini.

Eka Kurniawan mampu menggabungkan berbagai elemen sastra yang mengesankan, menjadikan novel ini sebagai historiografi Indonesia abad ke-20 yang diceritakan dalam cerita rakyat yang kaya tentang budaya setempat. Nuansa gothicisme dalam novel ini mengingatkan pada karya Lafcadio Hearn, “Kwaidan: Cerita dan Studi tentang Hal-Hal Aneh”, sementara realisme magisnya membawa ingatan akan karya epik Gabriel Garcia Marquez, “Seratus Tahun Kesunyian”, dan novel India karya Salman Rushdie, “Midnight’s Children”.

Novel ini juga menggambarkan kekejaman masa perang dengan gamblang, termasuk pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan, mirip dengan gaya halusinasi Mo Yan dalam “Payudara Besar dan Pinggul Lebar” tentang sejarah Tiongkok. Di tengah pemandangan yang eksotis, terletak kota pelabuhan Halimunda, yang dalam mitosnya dihuni oleh putri cantik Rengannis yang berjanji untuk menikah dengan orang pertama yang melihatnya dari jendelanya. Namun, nasib mempertemukan dia dengan seekor anjing saja, dan kejadian ini menjadi simbol akan kehidupan yang tak terduga dan kadang penuh kesedihan.

Kesimpulannya, “Cantik Itu Luka” adalah novel yang menggugah emosi dan pikiran pembaca. Bagi mereka yang menyukai kisah alegori politik dan sosial, seperti “Animal Farm” dan “Seratus Tahun Kesunyian”, novel ini adalah bacaan yang mencerahkan otak tanpa terlalu menantang untuk tetap memikat intrik ceritanya. Eka Kurniawan telah menciptakan sebuah karya brilian yang mencerminkan dan mengkritik sejarah Indonesia yang penuh pergolakan, sebuah negara dengan ribuan pulau dan tsunami dahsyat. “Cantik Itu Luka” adalah buku yang layak masuk dalam daftar bacaan untuk semua kalangan pembaca. Jika Anda tertarik untuk membaca buku “Cantik Itu Luka” karya Eka Kurniawan dalam format ebook atau PDF secara online dan gratis, Anda dapat menemukannya di FilspektiF.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published