Almond

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Judul: Almond
Penulis: Sohn Won-Pyung
Tahun Terbit: 31 Maret 2017
Genre: Fiksi, Kontemporer, Anak Muda

Sinopsis

“Almond” adalah cerita yang menggambarkan pertemuan dua monster. Salah satunya adalah Yunjae, seorang remaja yang lahir dengan kondisi otak yang disebut Alexithymia, yang membuatnya sulit merasakan emosi seperti ketakutan atau kemarahan. Meskipun demikian, Yunjae hidup bahagia dengan keluarganya yang kecil dan penuh cinta, yang tidak terganggu oleh kondisinya. Namun, segalanya berubah pada ulang tahun keenam belas Yunjae yang bertepatan dengan Malam Natal.

Menghadapi kehilangan yang mendalam, Yunjae semakin menyendiri dan berusaha untuk mengatasi perasaannya. Pada saat itu, Gon, seorang remaja bermasalah, datang ke sekolahnya dan mulai mengganggu Yunjae. Gon bingung dengan ketenangan Yunjae yang tanpa ekspresi, dan Yunjae berharap melalui persahabatannya dengan Gon yang penuh emosi, dia bisa belajar bagaimana merasakan perasaan yang sebenarnya.

Namun, ketika Yunjae mulai membuka diri terhadap orang-orang baru dalam hidupnya, termasuk seorang gadis di sekolah, perlahan-lahan ada perubahan dalam dirinya. Dan saat Gon tiba-tiba berada dalam bahaya, Yunjae harus mengatasi zona nyamannya untuk menjadi pahlawan yang tak terduga.

“Almond” menggabungkan elemen dari “The Emissary” dan “The Curious Incident of the Dog in the Nighttime,” dengan cerita yang penuh kasih, pertemanan, dan ketekunan yang mampu mengubah hidup seseorang selamanya.

Review

Sebelum membaca “Almond,” saya merasa ragu apakah saya akan menyukainya atau tidak. Namun, buku ini berhasil memikat perhatian saya dan memberikan pengalaman yang mendalam. Premisnya tentang seorang remaja dengan kondisi neurologis yang jarang, Alexithymia, sangat menarik dan jarang dieksplorasi dalam fiksi. Yunjae sebagai karakter utama menarik perhatian dengan kompleksitas emosionalnya yang unik. Cerita ini juga berhasil menggambarkan hubungan Yunjae dengan keluarganya, terutama ibu dan neneknya, yang menyentuh hati.

Namun, pada sebagian besar buku, alur cerita terasa terlalu nyaman dan mengalami penurunan setelah dua pertiga pertama. Beberapa elemen plot, seperti kemunculan mendadak putra profesor yang tidak dikenal di kelas Yunjae, terasa agak dipaksakan dan kurang terintegrasi dengan baik dalam alur cerita. Selain itu, saya merasa beberapa aspek cerita diakhiri dengan cara yang terlalu rapi, mirip dengan pembalasan dewa Yunani dalam deus ex machina, yang sedikit mengurangi nuansa realisme yang sebelumnya terasa.

Satu hal yang saya sangat hargai dari buku ini adalah bahasa penulis yang menghadirkan kisah ini dengan baik. Saya juga terkesan dengan cara penulis menggambarkan perubahan karakter Yunjae dan bagaimana pertemanan dengan Gon mempengaruhi hidupnya secara emosional. Namun, saya merasa elemen cerita tentang penyembuhan kondisi neurologis melalui cinta romantis sedikit terlalu klise dan lebih cocok dalam dunia dongeng daripada realitas.

Secara keseluruhan, “Almond” adalah novel yang menarik dan berkesan untuk remaja, membawa pesan cinta dan kekuatan persahabatan dalam menghadapi tantangan hidup. Meskipun memiliki beberapa kelemahan dalam alur cerita, buku ini berhasil menyentuh hati pembaca dan memberikan perspektif yang berbeda tentang hidup. Anda dapat membaca buku “Almond” yang ditulis oleh Sohn Won-Pyung dalam format eBook atau PDF, beserta reviewnya secara online dan gratis hanya di FilspektiF.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published