A History of Western Philosophy

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Judul: A History of Western Philosophy
Penulis: Bertrand Russell
Tahun Terbit: 1 Januari 1945
Genre: Filsafat, Sejarah, Non-fiksi

Sinopsis

Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1945, karya “A History of Western Philosophy” oleh Lord Russell telah diakui secara universal sebagai sebuah karya yang luar biasa tentang sejarah filsafat. Karya ini tak tertandingi dalam kelengkapan, kejelasan, pengetahuan, keanggunan, dan kecerdasannya. Dalam tujuh puluh enam babnya, Russell menelusuri perkembangan filsafat dari masa kebangkitan peradaban Yunani hingga munculnya analisis logis pada abad ke-20.

Review

Buku ini menghabiskan banyak waktu untuk memberikan gambaran sejarah tentang periode-periode tertentu dengan cara yang akan membantu pembaca memahami akar pemikiran para filsuf saat mereka mengutarakan ide-ide aneh seperti: “tidak ada yang berubah,” “semuanya berubah,” “semuanya adalah api,” “segala sesuatu adalah air,” “materi tidak ada,” “pikiran tidak ada,” dan sebagainya. Bertrand Russell mengemukakan beberapa poin yang sangat menarik dalam buku ini, salah satunya adalah bahwa tidak ada filsafat yang sepenuhnya konsisten secara logis, dan terkadang para filsuf bahkan berusaha untuk mempertahankan konsistensi logis daripada mengakui kesimpulan-kesimpulan yang buruk yang muncul dari konsistensi logis ide-ide mereka.

Meskipun ada keberatan terhadap karya yang ekstensif ini karena mencakup berbagai bidang filsafat, pendekatan satu penulis untuk sejarah filsafat, yang terkadang lebih baik jika kumpulan seperti ini ditulis oleh penulis yang berbeda, buku ini memiliki nilai tertentu. Russell mengakui masalah ini, tetapi pembaca, yang menyadari bahwa mereka membaca komentar pribadi Russell tentang para filsuf dan filsafat tertentu, bisa memahaminya. Meskipun masalah ini mungkin ada, bagi banyak pembaca, itu bukan hal yang terlalu penting.

Namun, ketika Russell sampai pada periode yang menurut penulis merupakan periode penting dalam sejarah filsafat, yaitu periode modern dari zaman Rennaisance hingga saat ini, analisis Russell terhadap masing-masing filsuf mulai terasa dangkal dan tidak memberikan pemahaman yang memadai. Sebagian besar kritik yang ditujukan Russell terhadap filsuf-filsuf ini bukan merupakan kutipan atau cuplikan dari karya-karya mereka yang dipertanyakan, melainkan kritik yang sepenuhnya tidak adil terhadap semua aspek yang tidak disukainya dari pemikiran mereka. Ironisnya, ketika Russell berbicara tentang filsuf-filsuf yang dia setujui, dia menjadi lebih merendahkan diri terhadap karya-karya mereka, dengan cara yang sangat jelas memaparkan interpretasinya, meskipun dia tidak berani mengklaim bahwa dia benar-benar memahami maksud sejati mereka.

Ada keberatan lain yang muncul dalam buku ini, yaitu bahwa cara terbaik untuk memahami filsafat dan pandangan dunia seorang filsuf adalah dengan membaca karya-karya dan risalah yang ditulis oleh filsuf tersebut. Misalnya, untuk memahami pemikiran Plato, membaca “Republik” adalah langkah yang lebih baik daripada hanya membaca penjelasan Russell tentang pemikiran Plato. Namun, tentu saja, mempelajari seluruh karya seorang filsuf membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Pada awalnya, penulis berpikir bahwa bagian yang membahas umat Katolik adalah yang paling tidak menarik dalam buku ini. Namun, Russell memberikan pandangan yang cukup baik terhadap para filsuf ini, meskipun bagi penulis, para skolastik Katolik terasa seperti mereka hanya menambahkan catatan kaki Kristen pada pemikiran Plato dan Aristoteles. Russell juga mencoba memahami dan mengeksplorasi pernyataan semi-mistis dari filsuf seperti Schopenhauer, yang mencampurkan gagasan tentang “Kehendak” dengan gaya hidup yang sensual dan perayaan kematian.

Dalam buku ini, Russell juga menunjukkan bagaimana filsafat telah berevolusi dari fokus pada benda menjadi fokus pada proses, yang sesuai dengan perkembangan fisika kuantum. Karya ini, meskipun mudah diakses, tetap menuntut pembaca karena ditulis pada tahun 1940-an dan mempertahankan tingkat kualitas yang tinggi. Buku ini diakhiri dengan ringkasan karya Russell sendiri dalam “Principia Mathematica” serta kisah menarik tentang bagaimana Godel merusak karya besar Russell dua puluh tahun kemudian.

Secara keseluruhan, “A History of Western Philosophy” oleh Bertrand Russell adalah bacaan yang sangat layak untuk mereka yang tertarik dalam memahami sejarah filsafat Barat. Buku ini menawarkan pandangan unik tentang berbagai pemikiran filsuf dan perkembangan filsafat seiring waktu. Untuk membaca lebih lanjut mengenai karya ini, Anda dapat mengakses “A History of Western Philosophy” karya Bertrand Russell dalam format ebook atau PDF secara online dan gratis hanya di FilspektiF.

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published